Sirkuit Mandalika, Gerbang Pariwisata Indonesia Timur

1

Bulan Madu Terindah di Lombok

Setahun lalu saya dan istri sepakat untuk berbulan madu ke Pulau Lombok setelah melangsungkan pernikahan. Kami memilih pulau di timur Bali ini untuk liburan, dengan alasan pemandangan alamnya yang masih alami dan banyak tempat wisata menarik untuk dikunjungi berdua. Selain itu faktor geografis, penerbangan kami dari Surabaya ke Mataram hanya ditempuh dengan 1 jam saja.

Ramli dan Del Piero, dua orang fotografer yang tinggal di Mataram membantu perjalanan kami untuk mengambil dokumentasi. Ramli adalah suku asli sasak sedangkan Del Piero merupakan orang Jawa yang merantau ke Lombok ikut ayahnya yang bekerja di bidang transportasi.

Ramli seorang muslim yang taat. Sedangkan Del Piero adalah gembala gereja. Saat kami ingin diambil gambarnya di Islamic Center NTB, Del Piero tidak merasa terganggu dengan permintaan itu. Dia dengan senang hati mengantar dan melayani kami dengan profesional mengambil spot terbaik di sekitar masjid.

Kawasan The Mandalika Kuta Lombok

Selama di Pulau Seribu Masjid ini kami menyusuri dan menikmati mulusnya aspal jalanan Pulau Lombok mulai dari Kota Mataram, Lombok Praya, hingga kawasan Mandalika di ujung selatan. Indah nian. Saya bercakap-cakap dengan istri di sepanjang perjalanan, memendam kekaguman akan pemandangan alam yang masih alami. Saat kami mulai masuk di kawasan Pantai Kuta, tulisan The Mandalika terpampang apik di beberapa sudut jalan. Inikah Kawasan Ekonomi Khusus yang digadang-gadang sebagai pintu masuk pembangunan Indonesia Timur?

Beberapa saat kemudian kami mengajak Ramli dan Del Piero untuk mampir sejenak di sebuah warung tak jauh dari pantai. Maklum, sejak pagi perut kami semua hanya diganjal sepotong roti dan air mineral. Siang terik adalah waktu yang tepat untuk menikmati sajian ayam taliwang khas pulau yang bakal jadi Bali kedua ini.

Secangkir Kopi Robusta

Secangkir kopi sudah tersaji di atas meja. Sembari menyeruput perlahan, kami menghirup dalam-dalam aroma angin sepoi pinggiran pantai. Anak-anak bermain ombak dan berlarian di pasir yang lembut teksturnya. Kami terlupa sejenak akan tumpukan pekerjaan dan bising deru mesin di jalanan Jakarta. Mandalika namanya, tempat yang membuat kenangan indah berputar kembali saat kami tak menginjakkan kaki lagi di sini kelak.

Kopi Hitam di Atas Meja

Saat ke sini tahun 2018 kemarin kami tak pernah menyangka sebelumnya, jika tahun 2019 kawasan Mandalika ini bakal dilirik Dorna Sports SL untuk dijadikan sirkuit balapan MotoGP. Bayangkan, kita tak perlu jauh-jauh pergi ke Sepang Malaysia untuk menonton balapan motor paling bergengsi di jagad raya ini.

Berdasar data dari Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) Sirkuit Mandalika akan jadi arena MotoGP 2021 dengan konsep street race circuit atau sirkuit jalan raya, mirip seperti Marina Bay Singapura dan Monte Carlo Monako. Bedanya adalah sirkuit Mandalika dibangun lagi mulai dari nol. Kesepakatan antara Indonesia dengan Dorna Sports SL yaitu MotoGP akan digelar selama tiga tahun, sejak 2021 hingga 2023 dengan opsi perpanjangan.

Presiden RI, Joko Widodo, dalam keterangan persnya berharap konstruksi sirkuit paling lambat dimulai Januari 2020, sehingga 2020 semua fasilitas yang diinginkan oleh MotoGP betul-betul sudah siap. Sehingga pada tahun 2021, Indonesia benar-benar bisa melihat bersama-sama MotoGP diselenggarakan di Mandalika Lombok, NTB, Indonesia.

Jokowi optimistis gelaran MotoGP itu bakal mengangkat perekonomian di Lombok. Bahkan pria kelahiran Solo itu sangat yakin jika ajang balapan MotoGP dapat berpengaruh pada agregat pertumbuhan ekonomi nasional sebab dekat dengan kawasan pantai sebagai sektor pariwisata.

Pemandangan kawasan Kuta Mandalika, Lombok (27/1/2019)| (Cahyadi Sugi /Shutterstock)

Presiden ketujuh RI itu juga menegaskan penyelesaian masalah sengketa tanah sudah ditangani oleh ITDC dan gubernur. Pendekatan, analisis lapangan, serta sosialisasi kepada warga dan tokoh masyarakat segera terselesaikan dengan cara mufakat.

Pembangunan Sirkuit Dimulai September 2019 

Direktur Utama ITDC, Abdulbar M Mansoer, mengatakan Dorna Sports SL sebagai pihak penyelenggara MotoGP sudah memberikan lisensi agenda MotoGP di Indonesia. Pembangunan sirkuit MotoGP di Mandalika, Lombok diperkirakan akan selesai kurang dari satu tahun sehingga tahun 2021 sudah dapat dipakai untuk balapan.

Sirkuit Mandalika yang menghabiskan biaya Rp 3,6 triliun ini akan punya 40 garasi motor di area paddock, menampung 93,200 di area grand stand, dan menampung 138,700 di area tanpa tempat duduk. Adapun untuk hospitality suite-nya, Sirkuit Mandalika bisa menampung 7,700 orang.

Sirkuit Mandalika ini istimewa sebab bisa dioperasikan sebagai jalan raya yang dilalui kendaraan umum setelah balapan selesai. Sehingga masyarakat Lombok mendapatkan manfaat dua kali atas pergelaran ini, balapan dan infrastruktur.

Foto udara pada 23 Februari 2019 Kawasan The Mandalika (Arsyad Ali/AFP)

Event MotoGP ini juga dapat mendorong pebalap Indonesia yang berlaga di kejuaraan dunia 2019 lebih bersemangat. Sebut saja nama pebalap beken yang mulai mengaspal seperti Dimas Ekky Pratama di Moto2, Mario Suryo Aji di CEV Moto3, dan Galang Hendra di World Super Sport 300.

Dampak Ekonomi Lanjutan

Dari segi peningkatan ekonomi, pembangunan sirkuit bertujuan untuk menarik banyak wisatawan ke Mandalika. Jika satu kali balapan butuh waktu minimal 4 hari dari tahap kualifikasi hingga balapan, akan ada perputaran uang yang terjadi selama itu di sekitar kawasan Mandalika.

Hitungan sederhananya, diperkirakan 100 ribu orang hadir dalam rangkaian balapan MotoGP tersebut. Wisatawan akan merasa percuma jika hanya menonton balapan tanpa berlibur dan menikmati keindahan alam Nusa Tenggara Barat. Seperti yang kita tahu di Lombok ini banyak sekali pantai yang sangat cantik. Gunung Rinjani dengan Segara Anaknya juga menawarkan keindahan alam yang berbeda dengan daerah lain.

Infrastruktur lain yang sedang dibangun antara lain resort mewah di sekitar sirkuit untuk menunjang pariwisata, Paramount Lombok Resort & Residence. Resort yang dapat menampung wisatawan dengan jumlah 400 kamar ini akan melengkapi penginapan yang sebelumnya sudah ada terlebih dahulu seperti Royal Pullman dan Royal Tulip.

Pembangunan seperti inilah yang akan menyerap ribuan tenaga kerja mulai dari buruh bangunan hingga pekerja resort dan hotel. Teknisi balap pun nantinya juga akan diuntungkan saat MotoGP digelar.

Seorang Ibu Sedang Menenun Kain

Pemerintah daerah tentu akan memaksimalkan pendapatan asli daerah dari penjualan tiket dan promosi wisata besar-besaran. Adapun masyarakat sekitar utamanya di daerah kampung adat sasak sade dan sekitarnya, akan terbantu dengan penjualan pernak-pernik souvenir seperti kain tenun sasak.

Pada akhirnya secangkir kopi saya sudah tinggal ampas. Obrolan kesana kemari tentang potensi Mandalika bersama Ramli dan Del Piero, harus selesai dalam aroma kopi di seruputan terakhir. Saya dan istri harus segera bergegas ke bandara agar tidak tertinggal pesawat.

Seperti perkataan kami di awal tadi, Mandalika menyimpan kenangan indah meski langkah kami tak lagi menjejak di bumi Sang Dewi Anjani.

Rosyid Bagus Ginanjar Habibi l Jurnalis Majalah Warta Fiskal

redaksi

One thought on “Sirkuit Mandalika, Gerbang Pariwisata Indonesia Timur

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Benarkah Pendidikan Dapat Menurunkan Angka Kemiskinan?

Tue Aug 27 , 2019
Pilih Karini, seorang guru di SMA 1 Pangkal Pinang merasa gundah dengan kondisi pendidikan anak-anak sekolah di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Kegundahannya itu sangat beralasan sebab sebagai seorang guru, ia punya tanggung jawab untuk mencerdaskan kehidupan murid-muridnya termasuk kesejahteraan ekonomi keluarga mereka kelak. Berangkat dari naluri kegundahan sebagai pendidik tersebut, […]
error: Content is protected !!
FISCAL.ID