Pemerintah Akui Regulasi Investasi Lebih Rumit Dibanding Vietnam

Pihak Istana memberi penjelasan terkait minimnya investasi yang masuk ke Indonesia. Kemarin, Presiden Joko Widodo (Jokowi) sampai kesal karena dari 33 perusahaan yang keluar dari China tak satu pun masuk ke Indonesia.

Bahkan, 23 dari 33 perusahaan yang cabut dari China investasinya diborong oleh Vietnam.

Deputi III Bidang Kajian dan Pengelolaan Isu-isu Ekonomi Strategis Kantor Staf Presiden (KSP) Denni Puspa Purbasari menjelaskan, berdasarkan masukan dari banyak pihak, minimnya investasi karena sulitnya regulasi di Indonesia.

“Berdasarkan masukan dari banyak pihak, Presiden meyakini bahwa penyebab mengapa sedikit investor asing (tidak hanya dari Tiongkok) memilih Indonesia karena sulitnya regulasi kita. Regulasi dimaksud mencakup izin, rekomendasi, syarat-syarat, maupun pertimbangan teknis. Ini disayangkan, karena pasar Indonesia besar, namun kita tidak dapat mengambil kesempatan secara optimal,” katanya kepada detikcom, Kamis (5/9/2019).

Dia mengatakan, izin dan rekomendasi yang dimaksud mencakup banyak aspek, dari izin usaha sampai rekomendasi untuk ekspor.

“Izin, rekomendasi, syarat-syarat, persetujuan teknis, dari pemerintah pusat maupun daerah. Misalnya, rekomendasi untuk impor bahan baku industri dan barang modal, izin usaha industri, sertifikasi, laporan surveyor, izin gangguan, izin lokasi, izin pemakaian lahan yang semuanya mempengaruhi investasi maupun ekspor,” paparnya.

Lebih lanjut, dia menuturkan, peningkatan ekspor saat ini sulit dilakukan imbas perang dagang Amerika Serikat (AS) dan China. Sebab itu, investasi dari luar atau foreign direct investment (FDI) diperlukan untuk menutup defisit transaksi berjalan.

“Presiden menyampaikan, saat ini, meningkatkan ekspor cukup sulit karena permintaan global melemah akibat perang dagang dan perlambatan pertumbuhan ekonomi global. Jadi, menarik FDI menjadi harapan untuk menutup defisit neraca transaksi berjalan, sekaligus meningkatkan investasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi,” jelasnya.

Sumber: Detik Finance

redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Jurus Tiongkok Redam Perang Dagang Dengan AS

Sat Sep 7 , 2019
Bank Sentral Tiongkok memutuskan untuk memangkas kewajiban rasio cadangan yang harus ditempatkan bank komerisal pada bank sentral sebesar 0,5%. Kebijakan tersebut dirilis guna memberikan stimulus pada perekonomian Negara Tembok Raksasa itu di tengah perang dagang dengan Amerika Serikat (AS). Dikutip dari South China Morning Post, penurunan kewajiban rasio cadangan ini […]
error: Content is protected !!
FISCAL.ID