
Industri otomotif kembali tumbuh setelah pemerintah memberikan insentif berupa Pajak Penjualan atas Barang Mewah Ditanggung Pemerintah. Masyarakat kembali tertarik untuk membeli mobil sepanjang tahun 2021 dengan memanfaatkan keringanan tersebut meski kondisi masih pandemi. Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat target penjualan kendaraan bermotor naik 66,5% atau 790.524 unit dibandingkan tahun lalu.
“Pemerintah mengeluarkan kebijakan cukup strategis untuk meningkatkan industri otomotif kita. Ketika mulai diterapkan pada Maret lalu, hasilnya langsung terlihat dimana angka kinerja industri otomotif kita mendekati angka sebelum pandemi,” kata Sekretaris Umum Gaikindo, Kukuh Kumara saat diskusi bersama Forum Wartawan Otomotif Rabu (22/12).
Kukuh berharap dengan adanya insentif pemerintah di sektor otomotif ini dapat memicu gairah masyarakat untuk membeli kendaraan di tahun 2022. Ditambah lagi, pemerintah telah berhasil menekan penyebaran virus Covid-19 sehingga perekonomian kembali menguat.
“Gaikindo memprediksikan penjualan kendaraan bermotor akan mencapai 900.000 unit di tahun depan,” ungkapnya dengan optimis.

Senada dengan pendapat Gaikindo, Zurich Asuransi Indonesia mencium peluang tumbuhnya asuransi kendaraan dari peningkatan penjualan kendaraan di tahun 2022. Hal ini merupakan multiplier effect yang dihasilkan dari kebijakan insentif pemerintah dengan diskon pajak mobil. Penjualan kendaraan dan asuransinya merupakan satu kesatuan yang saling berkaitan dan menguntungkan.
“Kinerja positif asuransi kendaraan selama tahun 2021 mencerminkan daya tahan industri yang tangguh meski di tengah pandemi. Berdasarkan data Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) pada kuartal III tahun 2021, asuransi kendaraan bermotor tetap menjadi salah satu penopang utama kinerja asuransi umum dengan kontribusi sebesar 20,3%,” jelas Wayan Pariama, Direktur Zurich Asuransi Indonesia.
Selama tahun 2021 ini, asuransi kendaraan terbukti tahan banting meski pandemi cukup mempengaruhi bisnis ini. Proyeksi ke depan, asuransi kendaraan akan semakin moncer diantara asuransi umum yang ada mengingat konsumsi kendaraan di tahun 2022 akan bertumbuh. Untuk memaksimalkan peluang ini, Zurich akan terus konsisten menerapkan customer-centric strategy atau strategi yang menempatkan nasabah sebagai fokus utama mereka.
“Di Zurich sendiri, kami juga mencatat kinerja positif serupa pada produk asuransi kendaraan. Produk asuransi otomotif masih mendominasi portofolio Zurich Asuransi Indonesia dengan kontribusi produk asuransi kendaraan roda dua (Motor Vehicle/MV2) mencapai 39% dan kendaraan roda empat (Motor Vehicle/MV 4) mencapai 61% di kuartal III 2021. Kami optimis portofolio asuransi kendaraan kami akan terus bertumbuh di 2022,” pungkasnya.
